Powered By Blogger

Selasa, 25 September 2012

TUGAS SEJARAH KELAS 9

2.Peristiwa linggar jati


COLOM : REPOTASE WIDYAWISATA (CERIA-240-1991)
PERUNDINGAN LINGGARJATI
Kita mengenal perundingan Linggarjati yang dilaksanakan pada tanggal 10 November 1946. Perundingan Linggarjati terjadi disebabkan, pada pertengahan bulan November 1945, cabinet Presidentil (Mohamad Hatta) diganti cabinet Parlementer (Sutan Syahrir). Melihat kenyataan kegoyahan keadaan di Indonesia yang sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan penertiban, Sekutu yang bertanggung jawab atas kestabilan keadaan di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, segera mengambil langkah-langkah menyelesaikan persengketaan Indonesia Belanda melalui meja perundingan. Terjadinya perundingan Linggarjati di gedung Linggarjati yang terletak di kota Kuningan, kira-kira 30 cm dari kota Cirebon.
Tahun 1918, ditempat ini berdiri gubuk milik Jasitem.
Tahun 1921 oleh seorang Belanda bernama Tersana, gubuk itu di rombak jadi semi permanenen.
Tahun 1930 dibangun menjadi permanent dan menjadi runah tinggal Van Ost Dome (orang Belanda).
Tahun 1935, dikontrak oleh Heiker (orang Belanda) dan dijadikan hotel yang bernama Rustoord.
Tahun 1942 Jepang menjajah Indonesia dan hotel ini diganti menjadi Hokay Ryokan.
Tahun 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia hotel ini diberi nama Hotel Merdeka.
Tahun 1946 igedung ini berlangsung peristiwa bersejarah yaitu perundingan antara pemerintahan Indonesia dan pemerintahan Belanda yang menghasilkan naskah Linggarjati sehingga gedung ini sering disebut GEDUNG PERUNDINGAN LINGGARJATI.
Tahun 1948-1950, sejak aksi militer tentara II gedung ini dijadikan markas tentara Belanda.
Tahun 1950-1975 ditempati oleh Sekolah Dasar Negeri Linggarjati.
Tahun 1975 Bung Hatta dan Bung Syahrir berkunjung dengan membawa pesan bahwa gedung ini akan dipugar oleh Pertamina, tetapi usaha ini hanya sampai pembuatan bangunan sekolah untuk Sekolah Dasar Negeri Linggarjati.
Tahun 1976 gedung ini oleh pemerintah diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk dipugar dan dijadikan MEMORIAL.
Pertama kita memasuki gedung ini, akan kita lihat sebuah patung yang terdapat tulisan isi perjanjian hasil dari perundingan Linggarjati. Masuk ke dalam gedungnya akan kita jumpai foto-foto yang menceritakan peristiwa perundingan Linggarjati, foto-foto ini terpampang sepanjang tembok yang kita lewati . Di ruang terdepan merupakan kamar tidur Prof. Ir.Schermerhorn. Di depan ini terdapat dua buah tempat tidur disampingnya sebuah wastavel. Jendela-jendela terbuka lebar udara semilir segar masuk ke ruangan.
Dibelakang kamar tidur Prof. Ir.Schermerhorn, di sebelah kanannya terdapat tiga buah kamar yang ditempati oleh delegasi Indonesia. Dari tiga kamar tersebut bagian tengah merupakan ruang Doirama Miniatur, di dalam ruang ini terpampang, lapisan kuningan yang bertuliskan : Naskah Persetoedjoean Linggardjati yaitu (1) Linggardjati 10-15 November 1946, (2) Ditandatangani di Djakarta tanggal 25 Maret 1947.
Sedangkan di depan kamar yang ditempati delegasi Indonesia juga terdapat tiga kamar tidur yang di tempati oleh delegasi Belanda. Sampailah kita pada ruang terjadinya sidang. Pelaksanaan sidang dilakukan oleh delegasi Indonesia yang terdiri dari Sutan Syahrir, Mr Susanto Tirtoprodjo, Dr A.K Gani, Mr Moehamad Roem. Mereka duduk di bagian sebelah kiri, sebagai penengah kedua pihak adalah Lord Killearn. Sedangkan yang duduk di sebelah kanan adalah delegasi Belanda yang terdiri dari Prof.dr Shermerhorn, Dr Van Mook, Mr Van Pool, Dr F. De Boer dan sebagai saksi adalah Dr Leimena, Dr Soedarsono, Mr Amir Syarifudin, Mr Ali Budiardjo.
Ruang sidang ini berbentuk empat persegi panjang dan cukup luas. Sebelah kiri ruang sidang menuju belakang kita sampai keruang pertemuan antara Presiden Soekarno dengan Lord Killearn yang dilanjutkan akan menuju kamar Lord Killearn.
Dalam gedung terawat rapi ini terdapat kamar mandi beserta WC sebanyak empat buah, satu kamar sertika, satu ruang makan, tiga gudang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar